14 July 2021

"REZEKI DI TANGAN ALLAH"

 

"REZEKI DI TANGAN ALLAH"


•  Berapa banyak orang yang menghamba pada harta tanpa tahu makna ia sesungguhnya. Harta adalah bahagian dari rezeki Allah. 


•  Janganlah berlebihan untuk mencintainya.


REZEKI:- Dalam bahasa Arab, bermakna 'Atha’ [pemberian]. Apa saja yang diberikan Allah adalah rezeki. "BIASA HALAL", "BIASA HARAM".


REZEKI:- Allah sendiri menyatakan, Rezeki ada yang halal dan haram. Diambil dari Mafhum Mukhalafah [mafhum kebalikan] [Q.s. al-Baqarah: 172]


REZEKI :- Yang menentukan halal dan haram adalah proses yang dilakukan manusia dalam mendatangkan rezeki, pemberian Allah kepadanya.


REZEKI :- Kerana itu harus dibedakan, antara usaha manusia dalam mengumpulkan rezeki, dan rezeki yang ada di tangan Allah SWT.


REZEKI:- Usaha yang halal akan mendatangkan rezeki yang halal. Usaha yang haram akan mendatangkan rezeki yang haram.


REZEKI:- Usaha yang halal, dengan hasil yang halal, menjadi sebab keabsahan kepemilikan dalam Islam.


REZEKI:- Sebaliknya, usaha yang haram, dengan hasil yang haram, menjadi sebab ketidakabsahan kepemilikan dalam Islam.


REZEKI:- Itulah rezeki yang ada di tangan manusia. Rezeki yang ada di tangan manusia inilah yang biasa berkurang, bahkan habis.


REZEKI:- Tapi, rezeki yang ada di tangan Allah tidak pernah berkurang atau habis. Begitulah firman Allah dalam. [Q.s. an-Nahl: 96]


REZEKI:- Sayangnya, manusia lebih yakin dengan yang di tangannya, ketimbang apa yang ada di tangan Allah. Akibatnya, stress


•  Semoga kita tidak stress sahabat-sahabatku, dan senantiasa bersyukur atas segala Rezeki yang halal dan atas segala Nikmat yang telah Allah berikan.


•  Semoga pesan dan nasihat ini dapat menjadi pelajaran Yang bermanfaat dan ilmu yang bermanfaat untuk menambah keimanan serta taqwa kita Kepada Allah dan dapat menghiasi hati kita dengan keindahan iman dan kemuliaan akhlak didunia sampai Akhirat.


Aamiin Yaa Rabbal'Alamiin...



2 comments:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya sangat menghargai komen yang diberikan, jika komen itu tidak melanggar apa jua sensitiviti. Kalau ada pelanggaran, saya tidak akan teragak-agak untuk memadamnya tanpa menyiarkannya. Terima kasih!